Powered by Blogger.

Bagaimana Rasanya berPuasa di Luar Negeri

Puasa-di-Luar-Negeri-Dengan-Murid-Luar-Negeri

Apakah karena pilihan atau paksaan, kadang-kadang kita menghabiskan Ramadhan jauh dari keluarga. Empat perempuan Muslim Singapura berbicara dengan Sya Taha pengalaman mereka puasa di luar negeri.

Untuk sebagian besar hidup saya, saya telah menghabiskan Ramadan di saya asli Singapura. Karena anggota keluarga saya memiliki jadwal yang berbeda-beda, Ramadan adalah salah satu periode langka di tahun di mana kita mampu untuk makan bersama setidaknya sekali sehari.

Daftar-FIFA88BET-Official-Agent-Euro-2016

Baca JugaTradisi Nonton Langsung Malam Pertama Sang Pengantin Baru Ala Singaporean

Sementara banyak orang Singapura mencoba untuk menghabiskan Ramadan dan Idul Fitri bersama-sama, beberapa mungkin harus berpuasa di negara-negara lain karena tugas kerja. Nadia, 27, seorang wanita muda Cina, telah mengalami puasa beberapa hari setiap di Hong Kong dan Swedia:

Hal yang indah tentang puasa di luar negeri adalah tingkat energi yang tinggi dan antusiasme saya merasa sepanjang hari, meskipun kurangnya makanan atau minuman. Entah bagaimana pengalaman berada di negeri asing meredakan setiap kelaparan atau kehausan atau kelesuan saya dinyatakan mungkin merasa.

Merayakan-Ramadan-Dengan-Siswa-di-UBD-Masaini-adalah-Kedua-dari-Kanan

Berbagai wanita yang mengamati Ramadan di luar negeri mencerminkan pengalaman yang beragam yang mereka miliki. Syah, 24, seorang wanita Melayu muda yang melakukan gelar sarjana di Kanada, melihat pengalamannya berubah selama empat tahun ia menghabiskan di Vancouver:

Itu sangat berbeda dari tahun pertama saya di sini sampai sekarang. Tahun pertama, saya cukup banyak sendirian di asrama. Itu dingin sehingga jam lebih pendek. Asrama memiliki kantin yang memiliki sistem ini memberikan makanan dari hari sebelumnya sebagai makan pagi bagi mereka yang berpuasa. Tapi untuk sahur, saya hanya akan makan beberapa sereal karena tidak ada dapur. Teman sekamar saya benar-benar bagus dan akan sering makan malam ketika aku putus cepat sehingga saya tidak harus makan sendirian.

Baca Juga : 7 Cerita Unik Yang Terjadi Pada Kelamin Wanita

Syah mulai agak terisolasi dari komunitas Muslim Vancouver, segregasi etnis sehingga sulit baginya untuk terhubung. Sekarang bertunangan dengan seorang pria Muslim Kanada putih, katanya kesulitan sebagian besar bertahan, meski telah agak mereda:

Sekarang, aku sedikit lebih terhubung dengan komunitas Muslim untuk Ramadan karena saya telah membuat teman-teman Muslim. Meski begitu, aku masih cukup banyak cepat saja jika tidak, hanya dengan tunangan saya karena komunitas Muslim masih cukup kaku dalam hal yang mereka menerima, [terutama] kami sebagai pasangan antar-ras. Komunitas Muslim di Vancouver sangat dibagi sepanjang garis rasial dan cenderung terjadi eksklusivitas rasial di masjid, peristiwa, dan sebagainya.

Di sisi lain, perempuan Melayu muda yang telah mempelajari dan hidup di negara-negara yang memiliki budaya yang sama dan adat istiadat menemukan komunitas Muslim yang menyambut. Kehadiran makanan yang sama juga membuat untuk Ramadhan lebih menghibur dihabiskan jauh dari rumah.

Masaini, 29, melakukan gelar sarjana di Bandar Seri Begawan, ibukota negara kecil Brunei di pulau Borneo. Dengan lebih dari 60 persen penduduk Brunei menjadi Muslim, ia menemukan kenyamanan dalam makanan yang sama yang tersedia selama buka puasa seperti kathira udara (minum susu manis dengan berwarna sirup dan basil biji), dan bubur nasi dengan daging. Meskipun budaya Melayu yang sama, Masaini menemukan sesuatu yang berbeda di Brunei:

Memori terindah saya adalah suasana Islam dan suasana. Aku bisa merasakan aura spiritual yang kuat yang tidak hadir di Singapura.

Demikian juga, Liyana, 28, yang menghabiskan Ramadhan di Kuala Lumpur saat dia belajar di sana, menikmati ketersediaan luas kathira udara, makanan halal bersertifikat dan perusahaan dari mahasiswa Muslim dari Timur Tengah dan negara-negara Afrika seperti Eritrea:

Teman-teman saya dan saya selalu menikmati kemewahan untuk memilih tempat untuk berbuka puasa kami. Masjid di kampus kami selalu mengejutkan kita dengan berbagai jenis makanan setiap hari. Akan selalu ada genangan siswa, baik Malaysia lokal dan internasional, yang dibanjiri daerah masjid di malam hari, mengisi kursi sambil menunggu adzan untuk berbuka puasa. Itu adalah ketika saya mendapat kesempatan untuk mengenal siswa lain yang saya belum pernah bertemu sebelumnya.

FIFA88BET-Agen-Live-Casino-Online-Terbaik-Terbesar-dan-Terpercaya

Liyana memiliki kenangan indah dari kemurahan hati dari asosiasi mahasiswa di universitasnya yang disponsori makanan untuk iftar, dan warmheartedly ingat menemukan seorang dermawan yang mengejutkan di balik salah satu iftar ini:

Baca Juga : 5 Rahasia alat Kelamin Wanita Yang Jarang Diketahui Pria

Teman-teman saya dan saya sedang dalam perjalanan ke bazaar kampus untuk membeli makanan untuk berbuka puasa ketika kami dihentikan oleh seorang pria Arab yang mendorong kami untuk berbuka puasa kami di kantin kampus. Dia mengatakan kepada kita untuk duduk sementara ia terus menyiapkan makanan. Aku melihat bagian besar dari makanan yang disajikan: nasi dengan domba, salad, makanan penutup dan minuman. Kami juga diberi masing-masing Qur'an. Gembira, saya bertanya orang itu jika ia tahu siapa yang mensponsori buka puasa ini. Dia mengatakan kepada saya itu adalah milik seorang pria Palestina anonim. Aku tertegun dan tersentuh pada saat yang sama, untuk memikirkan berapa banyak warga Palestina telah melalui tetapi ini tidak pernah menghentikan mereka dari memancar berkah dalam kehidupan orang lain. Itu adalah pengingat yang bagus untuk diriku sendiri.

Meski tidak tampak seperti seorang Muslim yang khas, terutama dengan penampilan Cina-nya, Nadia juga menunjukkan mengalami kebaikan orang asing saat puasa di luar negeri:

Salah satu hal yang saya perhatikan tentang menjadi orang asing di negeri asing selama bulan puasa adalah bagaimana hangat dan ramah Muslim lokal selalu berada terhadap Muslim sesama mereka yang bepergian dan puasa jauh dari rumah. Pada saat aku bahkan menerima tawaran untuk berbuka puasa dengan penduduk setempat ini, menikmati masakan lokal mereka dan bergabung dalam salat berjamaah dengan mereka untuk menunjukkan solidaritas bersama untuk sesama puasa Muslim. Acara tersebut keduanya berkesan dan berharga. Saya sangat menyadari bahwa saya mungkin belum mengetahui rahasia penawaran atau peluang tersebut itu belum untuk status saya sebagai seorang Muslim, dan kesempatan bulan puasa.

Berkat pengalaman sangat positif seperti itu, bahkan setelah bertahun-tahun, Liyana terkadang rindu untuk menghabiskan Ramadan lagi di bekas universitasnya, di mana ia memiliki kesempatan untuk berteman banyak wanita dari seluruh dunia:

Salah satu momen yang saya benar-benar kehilangan selama Ramadhan untuk mengenal wanita dari berbagai negara dan budaya di masjid kampus saya. Sebagian besar wanita menikah akan membawa anak-anak mereka ke masjid, dan mereka akan mendapatkan meminta setiap saudara di masjid yang bebas untuk membantu merawat anak-anak mereka saat mereka melakukan shalat tarawih. Setiap adik akan saling membantu. Itu adalah tempat bagi perempuan Muslim untuk berteman perempuan Muslim lainnya - masing-masing memiliki cerita sendiri tentang bagaimana dia berakhir di Malaysia. Itu adalah pertemuan indah perempuan.

Secara keseluruhan, pengalaman puasa di luar negeri adalah pengalaman belajar bagi para perempuan muda Muslim. Meskipun kesamaan budaya atau perbedaan tempat mereka menemukan diri mereka berpuasa, mereka mampu untuk mendapatkan manfaat sosial dan spiritual dari menjadi dengan yang lain dari berbagai bangsa dan suku (49:13) Allah. Meskipun dapat menghibur untuk menghabiskan Ramadhan bersama-sama dengan keluarga kami, menghabiskan di luar negara asal kami juga membawa berbagai manfaat.
Published: By: Mr. Lawrenz - 12:00:00 AM

Gadis Remaja 15 Tahun Diperkosa Lalu Dicekik Kemudian Digantung di Pohon

Gadis-Remaja-15-Tahun-Diperkosa-Lalu-Dicekik-Kemudian-Digantung-di-Pohon

Gadis remaja ditemukan tergantung di pohon di Uttar Pradesh,India, dalam keadaan tak bernyawa.

Ia rupanya telah dicekik hingga tewas setelah diperkosa tiga pria, lalu mayatnya digantung agar terkesan ia bunuh diri.

Baca JugaTradisi Nonton Langsung Malam Pertama Sang Pengantin Baru Ala Singaporean

Polisi India, seperti dilaporkan oleh Ibtimes, Selasa (31/5/2016), mengatakan, mayat korban digantung di pohon agar terlihat seperti kasus bunuh diri.

Menurut inspektur polisi setempat, Salik Ram Verma, insiden itu terjadi pada Jumat pekan lalu setelah gadis berusia 15 tahun itu dinyatakan hilang dari rumahnya.

Daftar-FIFA88BET-Official-Agent-Euro-2016

Gadis remaja itu meninggalkan rumahnya di Distrik Bahraich, Negara Bagian Uttar Pradesh, pada Jumat malam ketika keluarganya tertidur pulas.

Remaja perempuan itu pergi menemui seseorang.

Ketika dia datang ke tempat pertemuan, ternyata tiga orang sedang menunggunya dan langsung menyerang gadis itu.

Baca Juga : 7 Cerita Unik Yang Terjadi Pada Kelamin Wanita

"Ketika gadis itu menolak tawaran mereka, dia pun diperkosa dan kemudian dicekik. Untuk membuatnya terlihat seperti kasus bunuh diri, mereka menggantungnya di pohon,” kata Verma.

Kantor berita AFP, mengutip Verma, mengatakan, dua dari tiga terduga pelaku, yang berasal dari Napara itu, telah ditangkap. Tersangka ketiga masih buron.

"Empat petugas telah digeser karena melalaikan tugas. Dua dari tiga tersangka telah ditangkap,” kata Verma.

Hasil pemeriksaan post-mortem mengonfirmasi bahwa gadis itu diperkosa dan dicekik sebelumnya akhirnya digantung di pohon oleh para pelaku.

Menurut polisi, ayah korban telah mengetahui bahwa pelaku memang telah berusaha untuk menculik putrinya sejak lama, tetapi selalu gagal.

Empat polisi yang tidak bekerja maksimal telah dipecat karena setelah menerima pengaduan warga bahwa mereka lamban melakukan penyelidikan guna mencegah aksi bejat tersebut.

Kasus pemerkosaan terbaru itu adalah bagian rantai peristiwa pilu serupa yang sering terjadi di India.

Para aktivis hak asasi telah berjuang untuk menerapkan sanksi yang sangat keras atas para pelaku kekerasan terhadap perempuan.

Kasus pemerkosaan paling fatal menimpa seorang mahasiswa kedokteran di Delhi pada tahun 2012.

Ketika itu, gadis berusia 23 tahun diperkosa beramai-ramai oleh enam orang secara keji.

Tidak hanya membuat India terguncang, tetapi kecaman juga datang dari berbagai belahan lain dunia ini.

FIFA88BET-Agen-Live-Casino-Online-Terbaik-Terbesar-dan-Terpercaya

Pelaku hanya dihukum ringan, antara 10 sampai 20 tahun.

Kekerasan seksual atas perempuan belum mereda. Pada tahun 2014 terdapat 40.000 kasus pemerkosaan di India, dua kali lipat dari jumlah kasus 2012.

Banyak kasus yang terduga penyerangnya dibebaskan dari tuduhan karena kurangnya bukti.

Baca Juga : 5 Rahasia alat Kelamin Wanita Yang Jarang Diketahui Pria

Di Uttar Pradesh, India utara, kemarahan publik besar-besaran menyusul insiden Mei 2014, ketika dua gadis remaja dari kasta rendah juga ditemukan tergantung di pohon.

Keluarga mengklaim, anak mereka telah diperkosa, tetapi pemerintah mengesampingkan pemerkosaan itu dan menyimpulkan bahwa gadis-gadis tersebut telah mati bunuh diri.
Published: By: Mr. Lawrenz - 12:00:00 AM

Rumah Sarang Hantu Luar Negeri

Apakah Anda pernah mendengar suara langkah kaki di saat sedang sendirian di rumah? atau pintu sering tertutup sendiri di malam hari? bisa jadi rumah Anda berhantu. Walau terkadang di tiap rumah terjadi hal yang tidak sama, banyak orang tidak mengenali tanda-tanda tersebut, dan menganggap hanya angin lalu. Padahal, bisa jadi itu bentuk komunikasi penghuni lain di rumah Anda. Dilansir dari The Lawrenz hari Kamis (17/3/2016), berikut tanda-tanda bahwa sebuah rumah memiliki makhluk halus.

1. The Winchester Mystery House

Rumah-Sarang-Hantu-The-Winchester-Mystery-House

Pada 1881, Sarah Winchester, janda pembuat senjata terkenal, Oliver Winchester, tiba-tiba percaya bahwa ia harus mendapat perlindungan dari semua arwah orang yang terbunuh oleh senjata ini. Sahabat The Lawrenz seorang cenayang mengatakan kepadanya bahwa ada baiknya ia terus menambahkan ruangan di rumahnya di San Jose, California, sehingga hantu yang berusaha menemukan dia akan kebingungan. Sarah percaya dan ia terus melakukan hal ini selama 40 tahun, dengan menambahkan lebih dari 100 ruangan dan tangga, sampai ia meninggal pada 1922. Setelah ia meninggal, rupanya hantu Sarah masih mendatangi dan berjalan diantara ruangan di rumahnya. Bangunan ini sampai sekarang menjadi atraksi tersendiri bagi turis.

Baca JugaTradisi Nonton Langsung Malam Pertama Sang Pengantin Baru Ala Singaporean

2. The Amityville Horror

Rumah-Sarang-Hantu-The-Amityville-Horror

13 November 1974, enam anggota keluarga di Amityville, New York, dibunuh oleh salah seorang anak di keluarga itu, Ronald Jr. ("Butch") DeFeo. Dalam peradilan, DeFeo mengaku bahwa ia terdorong oleh kekuatan setan yang ada dirumah itu untuk membunuh. Pemilik baru rumah dengan alamat 112 Ocean Avenue juga mengaku mengalami berbagai fenomena seram, yang akhirnya ditulis dalam novel dan film-film horor. Tapi semua even supernatural tersebut tidak pernah berhasil dibuktikan dan pengacara DeFeo mengakui bahwa semua cerita yang ada hanyalah bohongan.

Daftar -FIFA88BET-Official-Agent-Euro-2016

3. Alcatraz

Rumah-Sarang-Hantu-Alcatraz

Karang sekaligus Penjara paling terkenal di dunia yang berada di San Francisco Bay ini, berhasil memerangkap banyak imajinasi masyarakat dalam berbagai film dan buku. Penjara yang dingin, gelap dan menyedihkan ini sudah berkali-kali menjadi saksi bisu atas pembunuhan, pemberontakan, bunuh diri dan berbagai hal seram lain selama 29 tahun ia menjadi penjara. Selama itu juga, Alcatraz membuahkan berbagai cerita tentang suara aneh, sel yang tertutup dengan sendirinya, jeritan dengan asal yang tidak jelas, dan berbagai macam penampakan mengerikan.

Baca Juga : 7 Cerita Unik Yang Terjadi Pada Kelamin Wanita

4. Pondok Fox Bersaudara

Rumah-Sarang-Hantu-Pondok-Fox-Bersaudara

Fenomena ini tidak se-terkenal tempat lain, tapi pondok Fox bersaudara ini mungkin adalah rumah berhantu paling penting, karena semenjak fenomena ini muncul, maka banyak standar mengenai rumah berhantu ditetapkan berdasarkan cerita di rumah ini, bahkan pondok ini meluncurkan satu kepercayaan baru. Sahabat The Lawrenz pada 1848, Hydesville, New York barat, dua kakak beradik, Maggie dan Katie Fox mulai berkomunikasi dengan arwah pedagang yang terbunuh. Kedua kakak adik ini, dengan semacam sesi tanya jawab arwah, menanyakan sesuatu, dengan jawaban berupa ketikan yang misterius. Banyak orang terpesona, bahkan ibu mereka sendiri terpesona dan percaya bahwa ini adalah benar-benar sesi tanya jawab dengan arwah. Tapi akhirnya kedua kakak adik ini mengakui bahwa tindakan mereka hanyalah main-main. Tetapi kepercayaan baru yang muncul, Spiritualisme, masih tetap bertahan dan berjalan.

FIFA88BET-Agen-Live-Casino-Online-Terbaik-Terbesar-dan-Terpercaya

5. Gedung Putih

Rumah-Sarang-Hantu-Gedung-Putih

The Washington, D.C., rumah dinas presiden AS ini tentunya telah menjadi tuan rumah atas berbagai tragedi yang terjadi selama beberapa abad ini. Mulai dibakarnya rumah ini pada 1814 oleh pasukan Inggris, sampai beberapa kali percobaan (dan ada juga yang berhasil) pembunuhan. Salah satu kisah seram yang ada adalah hantu Abraham Lincoln. Janda Abe, Mary Todd, memperkuat dengan berbagai sesi tanya jawab arwah di Gedung Putih. Hantu lain yang juga terkenal antara lain adalah Andrew Jackson, Dolley Madison, dan Abigail Adams, walaupun mereka sekarang jarang terlihat.

Baca Juga : 5 Rahasia alat Kelamin Wanita Yang Jarang Diketahui Pria
Published: By: Mr. Lawrenz - 12:00:00 AM

Ana dan Reni Adik Sepupu Yang Masih Perawan

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

Waktu itu tahun 1996, bulan September, aku baru saja pulang dari KKN di desa, di daerah Kabupaten Blora (sekarang masuk Kabupaten Cepu), dua hari setelah sampai di rumah, ada telepon dari salah satu sepupuku, katanya dia sedang Study Tour ke kotaku. Sepupuku ini masih sekolah di SMUK di daerah Madiun, sebenarnya aku belum pernah bertemu langsung dengan dia, jangan heran ya, sebab dia sepupu jauh sekali. Sepupuku ini baru sempat bertemu dengan orang tuaku dan kakakku saja sewaktu mereka pergi ke daerah asal sepupuku di Jawa Timur. Nah, ketika dia Study Tour ke kotaku, dia ingin mampir dan menginap di rumahku, terus dia minta dijemput di depan salah satu bank di dekat Jalan yang jadi trade marknya kotaku. Maka, aku bersama kakakku menjemput dia.

Ana dan Reni Adik Sepupu Yang Masih Perawan


Jam 4:25 sore, aku sampai di depan bank tersebut. Mobil kuparkir, lalu aku bersama kakakku sambil membawa dua payung menghampiri bis-bis yang diparkir di depan bank, agak lama juga aku mencari sepupuku ini, maklum aku belum pernah bertemu dia dan kakakku sendiri agak lupa dengan wajahnya. Setelah kurang lebih 5 menit, akhirnya bertemu juga. Kemudian kami pulang ke rumahku, dia senang sekali bisa bertemu denganku. Awalnya dia berencana mau menginap 1 hari tetapi kemudian dirubah jadi 2 hari. Sepupuku ini tidak punya saudara laki-laki, jadi ketika kami bertemu, dia senang sekali dan menganggap aku seperti kakak kandungnya. Selama dia menginap di rumah, dia selalu ingin dekat denganku terus. Aku menganggap biasa-biasa saja dan tidak ada pikiran lain.

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

Baca JugaAksi Wanita Bersama Pacarnya di Dalam Lift Terekam CCTV

Ketika dia mau pulang, dia mau pulang sendirian, orang tuaku sepertinya tidak tega melepas dia pulang sendirian, akhirnya aku disuruh mengantar dia pulang ke Jawa Timur, padahal waktu itu aku sedang berobat jalan karena aku mengidap alergi serpihan kulit manusia (aneh ya..? aku saja dulu tidak percaya). Aku harus datang ke dokter pribadiku setiap hari Selasa dan Jum’at buat disuntik. Tetapi, menurutku tidak apa-apa karena kupikir nanti jika sudah sampai di sana, aku langsung pulang saja pikirku. Jadilah aku mengantar dia pulang ke Jawa Timur. O.. iya, sebelum terlalu jauh aku bercerita, kuperkenalkan dahulu diriku, namaku Padi dan nama sepupuku Ana. Di jalan kami bercerita tentang daerah asalnya yang ternyata ada di kawasan pantai utara Jawa Timur.

Kami mampir ke Madiun dulu, karena katanya dia mau mengambil baju-bajunya yang mau dibawa sekalian dicuci di rumah. Sampai di Madiun, kira-kira pukul 5:00 sore, kami menuju tempat kosnya yang sederhana di komplek Akabri. Setelah selesai dengan urusan di Madiun, kami langsung pergi lagi meneruskan perjalanan. Di perjalanan, aku bertanya dengan dia.

Ana dan Reni Adik Sepupu Yang Masih Perawan


cerita dewasa “Eh, An.. dari sini sampai ke kotamu berapa lama sih..?” tanyaku.

“Ya… mungkin kira-kira 8 jam Mas..” katanya.

Dalam hati aku berpikir, “Wah, bakalan capek di jalan nih.. sialan…”

Waktu berlalu, kira-kira pukul 9 malam, kami masih ada di atas bis jurusan ke kotanya. Malam itu kurasakan sangat dingin, apalagi ditambah tiupan angin yang sangat kencang. Di dalam bis yang lumayan penuh itu, aku duduk di kursi kedua dari belakang sejajar dengan Ana. Pintu bis yang ada di sebelah kananku ternyata tidak bisa ditutup, karena kuncinya rusak kata kernetnya. Ana yang merasa kedinginan terkena tiupan angin, bingung mau bagaimana sebab dia tidak membawa jaket atau sweater buat penghangat, sedangkan aku sendiri tidak masalah. Kemudian kutawarkan dia untuk pindah tempat duduk di sebelah kananku, yah.. lumayan dia terlindung dari angin oleh badanku.

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

Sekitar 10 menit setelah itu, dia bilang katanya dia merasa mengantuk, aku tawarkan dia untuk tidur saja di pangkuanku. Dia mau dan langsung dia rebahkan kepalanya di pahaku, waktu itu aku sebenarnya agak kawatir dengan penumpang lainnya. Jangan-jangan ada yang berpikiran macam-macam tentang kami, meskipun begitu aku akhirnya memutuskan untuk santai saja. Si Ana dengan cepat tertidur dengan pulasnya, tanganku kutaruh di atas punggungnya biar dia merasa lebih hangat. Tawaranku untuk tidur di pahaku ternyata berbekas sekali di hati sepupuku ini, sepertinya dia merasa ada sesuatu yang lain yang dirasakannya setelah dia merebahkan kepalanya di pahaku. Mungkin karena dia masih anak SMU yang belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang cowok, tetapi kok ya kebetulan justru dengan kakak sepupunya sendiri.

Tidak terasa, bis telah memasuki terminal di kotanya. Waktu itu jam 1 pagi. Kami langsung mencari becak untuk pulang ke rumahnya. Sampai di rumahnya yang sederhana (bapaknya bekerja sebagai sipir penjara dan ibunya guru SD), aku langsung disambut oleh Omku. Kami berbincang-bincang sejenak sambil nonton MTV. Tidak lama kemudian, Omku minta diri untuk tidur. Aku mempersilakan Omku untuk tidur. Aku sendirian yang belum merasa mengantuk dan meneruskan melihat TV vidio bokep. Si Ana sendiri ada di kamarnya sedang bicara dengan adiknya. Kira-kira 5 menit kemudian, kudengar ada orang datang masuk ke ruang TV dimana aku berada, yang Ternyata Ana.

Aku bertanya pada dia, “Lho.. An, kamu ngga tidur? Kan udah malem, bahkan pagi nih!”

“Lah.. mas sendiri gimana? Kok ngga tidur juga?” dia balik bertanya.

“Mas kan udah biasa melek sampai pagi, lagian acaranya bagus nih, MTV music Awards.”

“Iya deh… tapi Ana boleh nemenin Mas ngga?”

“Boleh aja, asal bikinin Mas kopi panas dong…”

“Ih.. Mas curang.. Oke deh Ana buatin.”

Kemudian dia beranjak pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untukku. Sewaktu dia jalan ke dapur, dia melewati ruangan makan yang gelap, sedangkan ruang dapurnya sendiri dibiarkan terang, sebab Omku orangnya suka makan, jadi kalau malam dia sering ke dapur untuk cari makanan.

Sewaktu dia melewati kamar makan yang kebetulan bisa terlihat dari tempat dudukku, aku agak kaget karena kulihat dasternya kelihatan menerawang terkena cahaya dari dapur. Si Ana ini sebenarnya tidak hanya manis tetapi juga cantik, tubuhnya agak gemuk, tinggi sekitar 158 cm, ukuran dadanya berapa ya? Tidak tahu.. Kulitnya sawo matang dan yang paling menarik adalah matanya yang khas cewek Jawa, tidak besar juga tidak kecil. Sekilas kulihat bentuk tubuhnya sewaktu dia melewati ruang makan. Jantungku merasa agak berdebar karena aku kan laki-laki, jadi lihat yang seperti itu kan, ya gimana gitu. Selesai dia membuat kopi, segera dia menuju ke arahku, terus dia bergabung nonton MTV. Sejenak aku lupa akan kejadian yang mendebarkan tadi (menurutku lumayan mendebar kan lho).

Baca Juga : 7 Cerita Unik Yang Terjadi Pada Kelamin Wanita

Kami berbincang-bincang sambil mengomentari pemenang-pemenang yang sedang diumumkan di TV.

Tiba-tiba dia nyeletuk, “Mas.. tadi enak lho tiduran di pangkuannya Mas..”

“Kenapa emangnya? Mau lagi ya, sini deket-deket Mas..?” kataku.

“Oke deh!”

Ana dan reni adik sepupu yang masih perawan, Kemudian dia mendekat ke arahku dan merebahkan kepalanya di pahaku lagi. Nah, sekarang aku mulai berpikiran macam-macam nih, karena kan dia hanya memakai daster dan di dalam dasternya hanya ada CD dan BH saja. Mau tidak mau batangku mulai bereaksi pelan-pelan, tetapi dia tidak tahu. Masih sekitar 10 menit kami berbincang-bincang, tanganku kutaruh di atas pinggulnya, dan kurasa dia tidak keberatan. Lama-lama sepertinya dia mengantuk dan mulai sembarangan kalau menjawab pertanyaan atau komentarku.

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

“An.. geser dikit dong, soalnya pahaku kesemutan nih! Sebentar, ganti pake bantal aja yah…?”

Kemudian kuangkat kepalanya, kupindahkan dia ke bantal yang ada di sofa, sedangkan kakinya kuangkat ke atas pahaku. Singkat cerita, dia sudah tertidur dengan pulas. Pikiranku mulai keluar pikiran iseng, tanganku aku rabakan di kakinya. Sambil pura-pura memijat, dari bawah pelan-pelan naik ke atas, terus turun lagi, naik lagi… lama-lama aku memijatnya terlalu naik sampai hampir menyentuh pangkal pahanya. Rupanya dia terbangun.

“Ngapain Mas..?”

“Eh.. ngga kok cuman mijitin, kan kamu capek barusan abis naik bis jarak jauh?”

“Mmm.., boleh juga.. tapi mijitnya jangan keras-keras ya Mas…”

“Oke An..”

Ana dan reni adik sepupu yang masih perawan Nah, aku teruskan kembali memijatnya, tetapi kali ini mijatnya lain, aku kan sedikit-sedikit pernah baca tentang pijatan erotis, maka aku mencoba untuk mempraktekkannya sekarang. Pertama kuletakkan tanganku di telapak kakinya, terus kucari simpul yang bisa membangkitkan gairah seksnya.

“Nah, ketemu nih…” batinku.

Pelan-pelan kupijat bagian itu sambil tanganku yang satunya juga memijat-mijat paha kanannya.

Setengah sadar dia bertanya, “Mas, kok enak banget sih pijitannya?”

“Tenang aja deh, yang ini belum apa-apa, entar ada yang lebih hebat.” jawabku.

Lama kelamaan dia jadi tidak merasa ngantuk, tetapi menikmati pijatan-pijatan tanganku sambil mengeluarkan suara lenguhan yang sangat merangsang, “Nngggh… ngghh… enak loh Mas… agak naik dikit Mas.. yang ini lho di atas dengkul…, ya.. di situ… terus.. terus..”

Aku tahu dia tidak sadar kalau sedang aku kerjain. Lama-lama kulihat dia sepertinya mau bangkit dari tidurnya. Kemudian waktu kubiarkan, ternyata dia tiba-tiba memelukku dan berusaha mencium bibirku. Aku sendiri menyambut ciumannya dengan bersemangat.

“Wah, lha ini nih yang kunanti,” batinku.

Ciumannya lumayan dahsyat, sampai lidahnya masuk ke mulutku seperti ular. Lidahku sendiri jadi tidak mau kalah menyambut lidahnya yang masuk ke mulutku (heran juga anak ini kok bisa senekat ini pikirku). Dan ternyata, kok luar biasa ciummannya untuk ukuran anak SMU yang belum pernah pacaran, tangannya melingkar di punggungku dan berusaha masuk ke dalam t-shirtku.

Gerakan tubuhnya terlihat sekali terbakar oleh rangsangan yang kuberikan melalui pijatan tadi, tubuhnya naik turun sambil sesekali bergoyang ke kiri dan ke kanan. Lama-lama daster yang dia kenakan tertarik ke atas oleh karena gerakannya tersebut, dan tanganku pun bisa leluasa untuk memegang pantatnya. Dia memakai celana dalam yang tipis berenda. Pelan-pelan kumasukkan tanganku ke dalam CD-nya dari atas. Aku berhasil memegang pantatnya, wah.. seketika aku merasakan suatu gelora dalam diriku, sepertinya aku sendiri mulai terserang rangsangan yang sangat kuat. Aku pijat-pijat pantatnya, sementara kami masih saling berpagut, dia sendiri terlihat sangat menikmati pijatan tanganku pada pantatnya. Lalu aku mulai menaikkan tanganku, berusaha untuk membuka dasternya. Tanpa hambatan, aku berhasil menaikkan dasternya sampai ke bagian leher, kudorong dia pelan-pelan ke belakang, dia berusaha untuk tetap memelukku.

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

Aku berbisik padanya, “An.. tolong kamu mundur sebentar, aku tolong kamu nglepasin dastermu.”

Dia mengangguk pelan, lalu kubuka dasternya. Kulihat tubuhnya yang mulus hanya ditutupi BH dan CD saja.

“An.. gimana kalo semuanya aku buka…?” tanyaku.

Ternyata ia mengangguk mengiyakan, “Silakan Mas…”

Kubuka pelan-pelan BH-nya sambil kubelai dua bukit di dadanya dengan lembut.

“Ehm… Mas.., Ana sayang sama Mas…” katanya.

Aku tidak menjawab perkataannya. Kemudian kudekatkan wajahku ke buah dadanya dan mulai mengulum-ngulum pucuk bukitnya. Dia terlihat sangat menikmati perlakuanku tersebut, matanya terlihat sayu dan sepertinya mengharap yang lebih dari sekedar dikulum pucuk bukitnya.

Aku menengok ke arah jam dinding yang terletak di atas pintu, jarum menunjukkan pukul 12:08 malam. Aku sempat berpikir, sebenarnya bahaya kalau tiba-tiba Om atau Tanteku memergoki kami yang sedang asik di sini. Sekejap aku memutar otak, aku lalu berbisik ketelinga Ana.

“An.. kita pindah ke kamarku aja yah?”

Dia tersentak mendengar bisikanku. Aku sendiri kaget, “Apaan nih? Kok jadi medadak berubah?”

Aku rasakan ternyata Ana sepertinya tersadar atas apa yang sedang diperbuatnya. Dengan terburu-buru, dia menyambar pakaiannya dan berusaha lari menuju kamarnya. Cepat sekali kejadian itu berlalu, aku sendiri tidak sempat melakukan apa-apa, aku hanya melongo seperti Mandra diputus Munaroh. Gila, pembaca tahu sendiri kan? Lagi enak-enak bercumbu, tidak tahunya putus di tengah jalan. Tetapi aku sendiri maklum, sebenarnya Ana adalah anak yang taat beribadah. Dan kuyakin yang barus saja kualami, sebenarnya dia melakukannya di bawah sadar.

Baca Juga : 5 Rahasia alat Kelamin Wanita Yang Jarang Diketahui Pria

Paginya, aku bangun sekitar pukul 9:00, ternyata aku semalam ketiduran di depan TV. Aku ngucek-ucek mataku sambil mencari dimana kacamataku, agak lama kucari, tetapi tidak ada.

“Mana ya?” aku bergumam pelan.

Kebetulan Tante yang berjalan melewati ruang TV menuju dapur mendengar gumamanku.

“Cari apa Di?” tanya Tanteku.

“Tante liat kacamata Padi ngga?”

“Ngga tuh.. mungkin jatuh di bawah meja, coba cari lagi,” sambil dia berjalan menuju ke arahku ingin membantu mencari.

Dicari-cari sudah lama, tetap tidak ketemu, “Yep.. nanti dicari lagi deh Tante.. biar Padi mandi dulu.” kataku.

“Oke lah, nanti Tante bantu lagi carinya.”

“Oke Tante..” sahutku.

Aku bergegas menuju ke kamarku, mengambil peralatan mandiku.

Kamarku terletak di sebelah kamar Ana, sempat kulihat dari celah kamar yang tidak tertutup semua. Ana masih kelihatan pulas tidurnya. Mungkin dia tidak bisa tidur setelah kejadian tadi malam. Habis mandi aku menuju ke ruang TV lagi untuk mencari kacamataku yang masih sembunyi. Ternyata tante sudah ada di sana sedang nonton TV.

Aku tanya ke tante, “Ketemu ngga kacamatanya Tante?”

“Ngga tuh Di.. udah tante cari dimana-mana ngga ada, sampai-sampai sekalian Tante ngebersihin ruang ini deh.”

“Waduh… gimana nih… susah deh. Aku kan ngga bisa baca kalo ngga pake kacamata,” pikirku, “Ya apa mau dikata, kalo lagi apes, gini deh jadinya.”

Pukul 9:30, kulihat kamar Ana sudah terbuka, beberapa menit kemudian Reni (ini nama adiknya) bergabung dengan kami di ruang TV sambil membawa nampan berisi 4 gelas teh.

Aku tanya dia, “Kok cuman empat gelasnya Ren?”

“Ooo, Papa kan udah berangkat kerja Mas.., jadi Reni bikinnya cuman 4.” jawabnya.

“Gitu ya?” sahutku.

Kami lalu berkumpul membicarakan keadaan Kota Tuban, tiba-tiba si Reni bertanya ke Tante.

“Ma.. kacamata yang di kamar Reni itu punya siapa sih?” tanyanya.

“Eit! lha ini dia nih si kacamata.. ternyata ngumpet di sana,” spontan aku menyahut, “Heh! Itu pasti kacamataku.”

“Betul.. itu pasti kacamatanya Mas Padi, Ren!” sahut Tante, “Sana cepet ambilin!”

Reni lalu berdiri dan mesuk kamar untuk mengambil kacamataku. Aku berpikir, mungkin kacamataku semalam kesangkut di bajunya Ana. Sesaat kemudian Reni kembali membawa kacamataku, aku sempat was-was, moga-moga Tante tidak curiga kenapa kok kacamataku sampai bisa mampir kesana. Memang ternyata dia tidak curiga sama sekali.

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

Ana dan reni adik sepupu yang masih perawan Pukul 10:00, Tante pamit mau berangkat ke pasar yang tidak terlalu jauh jaraknya dari rumahnya, si Reni ikut. Aku ditinggal sendirian. 5 menit waktu berlalu, aku mulai bosan, terus aku menuju teras depan ingin merokok. Di teras ternyata ada koran edisi hari itu, aku tertarik untuk membacanya. Kubolak-balik halamannya, tidak ada yang menarik. Bosan lagi deh, ngelamun jadinya. Aku teringat kejadian tadi malam.

Dalam hati aku berpikir, “Sekarang di rumah cuman ada aku berdua sama Ana. Wuih! kalo… hehehe kalo… misalnya aku iseng gimana ya?”

Akhirnya, ternyata aku nekat juga.

Aku bangkit dari tempat dudukku, masuk ke dalam. Sampai di depan pintu kamarku, aku punya ide. “Mmmm harusnya pintu depan kututup ya, terus aku pasangkan kaleng krupuk di bagian dalam, biar kalo kebuka dari luar kalengnya kegeser dan bikin suara brisik.” pikirku.

Cepat-cepat kukembali ke ruang tamu dan melakukan rencanaku. Setelah itu, aku kembali lagi ke kamar, hati-hati kuintip ke dalam kamarnya Ana, ternyata dia masih pulas tertidur. Aku berjingkat masuk ke kamarnya, perlahan aku duduk di samping tidurnya. Dia tidurnya mengorok hingga aku mau tertawa waktu itu, tetapi kutahan karena takut dia terbangun. Dengan hanya diterangi lampu baca (kamarnya tidak ada jendelanya), kupandangi wajahnya lama. 5 menit lebih kupandangi dia, semakin lama semakin manis.

“Gila ya, dengan adik sepupu kok seperti itu?” tapi pikirku, “Biarin aja lah, iseng-iseng berhadiah.”

Kemudian aku mulai mencoba membelai rambutnya, pelan tetapi pasti. Dia tidak bereaksi, dia tidurnya brukut (memakai selimutnya sampai menutupi leher). Aku berusaha membuka selimutnya perlahan, kutarik ke bawah dan dia tetap tidak bereaksi. Kumasukkan tanganku ke dalam selimutnya sambil berusaha mencari payudaranya. Dengan tanpa kesulitan, tanganku sudah memegang payudaranya, tetapi masih terhalang dasternya.

“Eit… nanti dulu… ternyata dia ngga pake BH! Berarti semalam dia ngga pake BH-nya lagi dong, wah asik nih…” pikirku.

Lalu kumasukkan tanganku melalui lubang di antara kancing dasternya. Tidak susah juga, tanganku sudah memegang daging empuk dengan tonjolan di puncaknya.

Ana menggeliat, agak keras menggeliatnya, dia terbangun.

“Mampus gua,” pikirku.

Dia melotot sambil teriak, “Lepasin dong Mas… apa-apaan nih Mas?”

Aku gelagapan berusaha mencari alasan, “An… kamu ngga inget semalem ya?”

“Lupain aja Mas! Ana ngga mau lagi, ngga boleh, entar dosa Mas!”

“Tapi Ana semalem udah ngelakuin dosa lho… kenapa ngga sekalian aja?” rayuku.

Kali ini dia benar-benar marah. Ana teriak-teriak menyuruhku keluar dari kamarnya. Aku turut saja, untung letak rumahnya berjauhan dengan tetangga, jadi aku tidak takut teriakannya terdengar tetangganya.

Wah… gagal nih ceritanya.., aku akhirnya hanya meraba-taba batang kemaluanku yang menganggur karena tidak jadi dipakai. Aku duduk di ruang TV lagi. Melihat acara tarian Bangkok, lumayan lah buat obat, melihat penyanyi Thailand yang cantik-cantik. Sebentar kemudian Ana keluar dari kamarnya, dia menuju ke arahku. Aku berusaha tidak peduli, dia lalu duduk di dekatku.

Baca Juga : Mantan PSK Bocorkan Alasan Pria Suka 'Jajan'

Katanya, “Mas maapin Ana ya? Ana udah bentak-bentak Mas…”

“Ngga papa An.., Mas yang salah.” balasku.

“Sebenarnya Ana sayang sama Mas, tapi kita kan masih bersaudara, apalagi nanti kalo ketahuan ama Papa-Mama kan bisa berabe Mas!” jelasnya.

“Ya sudah.. lupain aja An, toh kamu masih muda. Nanti juga pasti ada cowok lain yang lebih pantas buat kamu.” lanjutku.

“Iya Mas, Mas… Ana mau ngasih sesuatu buat Mas.”

“Apa An?” tanyaku.

“Liat sini deh Mas..” (dia mulai tidak kaku lagi)

Aku menoleh ke arahnya, tiba-tiba dia mendekatkan bibirnya ke arah bibirku.

“Mmpphh…”

“Plas!” jantungku spontan berdegup keras, “Kok tau-tau nyium sih?” pikirku, tetapi kunikmati saja, enak sih.

Pertamanya dia hanya mau mengecup saja, tetapi kulingkarkan tanganku di lehernya, dan kudekap dia. Dengan lembut kukecup bibirnya, dia tidak berontak ternyata, aku pererat dekapanku, dada kami sudah saling menempel. Aku merasakan kalau dia masih belum memakai BH-nya. Dengan perlahan kubelai punggungnya, dasternya yang terbuat dari sutera terasa halus sekali, sensasinya justru membuatku jadi semakin ON saja. Coba saja pasangan anda disuruh pakai lingerie yang bahannya sutera, ditanggung kalau diraba pasti enak sekali. Lama kami berciuman dengan posisi itu, akhirnya capai juga aku. Kulepas pelukanku dan mengakhiri ciuman.

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

Aku berkata pada Ana, “Sini An… Mas pangku..”

“Ngga ah Mas… nanti kayak tadi malem deh jadinya…!”

“Percaya deh sama Mas… ngga sampe ngelakuin yang ngga-ngga kok, okey?”

Dia akhirnya mengalah, mungkin dia masih ada rasa ingin juga, dia juga tahu kalau sekarang kami hanya berdua saja di rumah, So? Why not?. Dia duduk di pangkuanku menghadap TV, tanganku bergerak dengan bebas di dadanya.

Kuraba dadanya sambil berkata, “An.. Ana ngga marah-marah lagi nih?”

“Biarin lah Mas.. udah terlanjur nih, tapi janji ya jangan kebablasen…” pintanya.

“Okey An!”

Dari belakang, sambil tanganku membelai payudaranya, kulihat dia memejamkan matanya menikmati belaian tanganku. Tanganku meraba payudaranya dengan hati-hati, penuh perasaan aku membelainya, aku sendiri memejamkan mataku jadinya. Pelan tapi pasti, tanganku bergerak turun menuju perutnya. Agak dekat dengan V-nya kugunakan kuku jariku yang agak panjang untuk membangkitkan rangsangan di perutnya. Kulirik dia, terlihat dia menahan perutnya dengan membuat kaku daerah itu.

Dia menikmati perbuatanku, perlahan dasternya kutarik ke atas, dia diam saja, ujung dasternya sudah sampai ke pahanya. Sedikit lagi pasti aku bisa meraih celana dalamnya. Akhirnya sampai juga, CD-nya sudah tidak tertutup lagi, sekilas kulihat bercak basah di ujung V-nya. Tanpa berpikir lama, kupindahkan tanganku ke sana, tanganku merasakan memang di daerah itu sudah basah. Kusimpulkan pasti dia sudah terangsang berat. Lalu kuselipkan tanganku ke dalam CD-nya, tetapi dia kali ini menahan tanganku supaya tidak masuk ke sana. Aku urungkan niatku untuk itu, tanganku hanya menggosok-gosok dari luar saja. Kemudian terlihat dia mengeluarkan lenguhan dan badannya menegang, seperti menahan sesuatu. Orgasme rupanya. Lalu badannya melemas lunglai di pelukanku.

Tanganku yang masih berada di selangkangannya merasakan kalau CD-nya bertambah basah. Kemudian Ana memandangiku. Lama kami berpandangan.

Ana kemudian bicara, “Mas, kita lakukan yuk. Ana udah ngga tahan…”

Wah, benar-benar kejutan..! Ana tiba-tiba berubah pikiran. Hal ini tidak akan kusia-siakan. Tanpa bicara lagi, langsung kucium dan kuremas dadanya yang masih tertutup daster. Ana melenguh keenakan karena remasan itu. Kemudian aku melepas remasannya. Kupandangi dadany

a di balik dasternya, kupandangi seluruh tubuhnya, kulitnya yang sawo matang. Kemudian aku melepas dasternya karena akan merepotkan saja.

Kini ia polos tanpa satu benang pun menutupi tubuhnya. Kemudian aku membopongnya ke kamar tidurku dan kubaringkan ia di tempat tidur, lalu kuciumi seluruh tubuhnya. Tubuh Ana bergetar hebat, menandakan bahwa dia baru pertama kali ini melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya.

Baca Juga : Alat-Alat Anti Pemerkosaan Yang Akan Membuat Para Cowok Mesum 'Kiamat'

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

Kemudian aku mencium dan menjilat bagian perutnya dan mulai ke bawah dan mulai meraba serta membuka kedua pahanya degan kedua tanganku. Tangan kananku membuka belahan vaginanya sedangkan seluruh bagian mulutku mulai mengolah bibir-bibir vaginanya. Tangan kiriku masih meremas buah dadanya yang sebelah kanan. Aku merasakan adanya cairan yang mulai membasahi permukaan bibir vaginanya. Aku terus menyedot dan menggigit-gigit perlahan labia mayoranya dengan asyik, sedangkan tangan kiriku sekarang meraba-raba klitorisnya dengan cairan pelumas dari lub

angnya. Asyik sekali, karena terlalu keasyikannya, secara tidak sadar, ada dua tangan menjambak rambutku, aku tidak menghentikan aktivitasku. Mulanya kupikir hanya gerakan kenikmatan yang diterimanya secara erotis. Eh, kok tambah lama terasa ada goyangan perlahan di bagian selangkangannya.

Begitu pula tanpa kusadari, ada suara-suara nafas tertahan dan jambakan di rambutku bukan lagi jambakan pasif, tetapi mulai membelai dan memegang kupingku. Aku tiba-tiba sadar. Dia benar-benar menikmatinya. Aku termanggu duduk di antara selangkangannya dan melihat ke arah waja

hnya. “Kok.., berhenti Mas..?” suaranya berat perlahan dengan tatapan wajah yang sayu.

“Ehh.. terusin Mas… hhh… kurang dikit lagi..!” suaranya tertahan.

Aku masih terduduk bingung dan memandangnya dengan pandangan bodoh. Dan yang menjengkelkan, batang kejantananku tidak berkompromi. Dia tegak mengacung, sehingga mencuat di antara kaosku. Kepalanya tampak licin karena cairan bening yang keluar. Sebenarnya batang kejantananku lumayan besar dan panjang, sehingga tampak mencuat tinggi. Tiba-tiba Ana bangun, dan duduk di hadapanku, memandangku dengan sayu. Tiba-tiba tangannya mulai bergerak ke arah batangku, dan memegang lama sambil tersengal-sengal sehabis melumatnya. Kemudian memandangku perlahan dan meletakkan dirinya telentang di ranjang. Ana berdiri di atas tempat tidur dan berjongkok di depanku. Kemudian dia membuka kedua pahanya dan mengangkat lututnya ke atas sehingga lubangnya terlihat.

Ia meraba permukaan vaginanya sambil perlahan memandangku dan berkata, “Ayo Mas… masukin..!”

Aku seperti tersihir, antara bingung dan nafsu, menggerakkan diri untuk berlutut di antara kedua pahanya dan memegang kepala batangku yang licin terkena ludahnya dan mengarahkannya ke lubang merah mengkilat itu. Sejenak aku lupa bahwa dia masih belasan tahun, yang kurasakan secara reflek setelah dikenyot habis-habisan olehnya, ialah bahwa ia sudah tidak perawan lagi.

Dan, “Ssleeeppp..” ketat tetapi tidak begitu menjepit dan tanpa hambatan sama sekali (benar dugaanku). Aku menusukkan seluruh panjang batangku ke dalam lubang itu, dan hebatnya seluruh panjangnya batang kejantananku itu masuk total ke dalamnya serta membiarkannya sejenak merasakan denyutan hangatnya. Ana melenguh agak keras. Aku khawatir juga karena dia akan merasakan sakit di bagian dalam vaginanya. Tetapi karena malaikat nafsu lebih berkuasa, ya sudah aku santai saja dan mulai menarik batangku itu dari dalam lubangnya dan memasukkannya lagi seluruhnya.

Entah karena apa, aku tidak begitu merasakan rasa nikmat yang cepat naik. Memang terasa basah, licin dan enak tetapi, ya lebih karena ini memang sedang bersetubuh. Aku mulai berpraktek dengan berbagai macam cara menusuk dan arah tusukan ke dalam lubang vaginanya. Yang mulai mencemaskanku, Ana sama sekali tidak berusaha menahan suaranya. Ia mulai melenguh dan mengerang keras-keras ketika aku mulai mempercepat gerakanku. Aku antara cemas dan mulai nikmat, tidak peduli lagi. Lagi pula suaranya mulai merangsangku dan ini membuatku menusuk-nusuk dengan gerakan yang cepat dan keras.

“Aaahhh… aayooo Mass… aaduhh… cepat Masss..!” pintanya dengan nafsu.

Dia mengangkat kedua tangannya ke atas kepalanya. Bunyi beradunya kemaluan kami mulai terdengar keras, berkecepak-kecepak dan aku mulai merasakan lereng gunung telah kucapai. Tinggal mendaki cepat dan sampai di puncak.

Tiba-tiba Ana menghentikan gerakanku, dan menutup kedua pahanya sehingga terasa ada jepitan yang luar biasa di sekujur batangku. Kemudian dia memandangku sayu. Aku tahu apa yang dimaksudkannya dan mulai menggenjot lagi. Aku menjepitkan kedua betisnya di antara leherku dan bertumpu pada kedua tangan, sedang aku membentuk busur dengan tubuhku, merapatkan kedua pahaku sehingga terasa batangku membesar dan mulai menusuk-nusuknya cepat.

“Aaahhh… sss…” terdengar bunyi-bunyian antara suaranya yang merangsang dan bunyi kecepakan kemaluan kami yang beradu, sedangkan aku sendiri mengeluarkan suara helaan nafas yang cepat.

Beberapa menit kemudian, aku merasakan aliran yang semakin cepat memenuhi pinggul dan seluruh tubuhku. Keringatku telah mengucur deras.

Dan, “Annn… Annaaa… aaadduuhhh… ssss… Ann..!” spermaku menyemprot deras ke arah perutnya. Aku mengerang keras dan terus mengocok batang kemaluanku. Kemudian tanganku yang mulai begerak ke arah vaginanya segera menusuk-nusukannya. Lama aku terus menusuk-nusuk lubangnya karena rasa nikmatnya terus mengalir hingga tidak berapa lama kemudian Anna berkata, “Masss… aaa… Maass… ssshhh… aaddduuhh..!”

Baca Juga : Setelah Pamer Miss V, Bella Hadid Ajak Netizen Basah-basahan

Ana menaikkan pelvisnya dan menerima tusukan-tusukan terakhirku dengan denyutan dinding vagina yang terasa cepat dan kenyal. Aku menindih tubuhnya yang kecil dan merasakan detak jantung yang cepat di dadanya dan dengusan nafas hangat di ubun-ubunku. Jariku masih menancap dalam di dalam vaginanya dan merasakan denyutan yang tidak kunjung reda.

Kemudian aku tergeletak di sampingnya, aku berkata kepada Ana, “An… kamu sekarang mandi saja ya..? Kayaknya kamu bau deh…”

“Sialan… iya deh, Ana mandi, makasih ya Mas… Ana udah dikasih pelajaran sama Mas.”

“Sama-sama An..”

Aku tidak merasa menyesal karena tidak dapat seperti yang kubayangkan (gadis yang benar-benar perawan). Yah, lumayanlah bisa meraba-raba kan? Ana lalu berdiri hendak menuju ke kamar mandi, sebelum dia pergi dia menoleh ke arahku lalu menunduk dan menciumku sebentar. Aku belaikan tanganku ke dadanya dan V-nya. Dia tersenyum memandangku, lalu bergegas menuju kamar mandi. Saat dia menutup kamar mandi, aku sempat dengar langkah kaki berlari menjauh dari arah pintu ruang tamu. Aku cepat-cepat menuju ruang tamu ingin mengetahui siapa yang baru saja dari sana. Sempat kulihat warna bajunya, biru seperti yang dipakai Reni. “Mungkinkah..?” batinku.

Aku kembali ke ruang TV, sambil menebak-nebak, “Apa iya.. tadi itu si Reni, terus kalau benar, berarti dia tahu dong kita lagi ngapain..? Waduh, terlalu serius sih tadi… jadinya begini deh.”

Kurang lebih 20 menit, Tante dan Reni datang dari pasar, Tante katanya mau masak Sop buntut dan membuat Rujak cingur. Siang jam 12:30, Ana mengajakku untuk makan. Saat makan, Reni kelihatan agak canggung melihatku, pikiranku lalu menghubungkan dengan peristiwa yang tadi kualami.

“Berarti tadi memang benar Reni..” pikirku.

Kami tidak bicara banyak saat di meja makan. Akhirnya sore pun tiba, Omku sudah datang sejak jam 3:00 tadi. Aku lewatkan seharian dengan bermain playstation dengan Ana, sedangkan Reni dari tadi berada di dalam kamarnya. Tidak tahu sedang berbuat apa dia, betah-betahnya di dalam kamar terus. Tante sendiri ke rumah tetangga untuk membantu masak, kebetulan tetangga ada yang sedang punya hajat.

Jam 8:00 malam, aku membaca-baca majalah di ruang tamu. Ana dan Reni di ruang TV sedang nonton HBO, tidak tahu apa film-nya. Tante sudah tidur di kamar belakang, lelah sehabis membantu tetangga. Si Om malam ini mendapat tugas jaga malam. Jam 9:00, Ana ke ruang tamu, dia bicara padaku kalau mau tidur duluan, Reni masih mau nonton TV menunggu opera sabun kegemarannya di HBO kata Ana. Ana suruh aku menemani Reni di ruang TV, soalnya si Reni anaknya sedikit penakut katanya. Jadi aku pindah ke ruang TV, kubawa majalah yang sedang kubaca. Aku rebahkan badanku di sofa panjang di depan TV. Reni sendiri duduk di kursi favoritnya, tanpa sekali pun menengok ke arahku. Aku teruskan baca artikel yang sempat terputus tadi, sambil sekali-sekali aku melihat ke arah televisi. Aku lihat ke arah jam tanganku, ternyata sudah jam 11:13.

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

Aku berkata kepada Reni, “Ren.. kamu ngga ngantuk?”

Dia tidak menjawab, kuulangi lagi dua kali baru dia menjawab, “Belum ngantuk kok Mas, lagian film-nya barusan mulai nih.”

“Oke.. kalau gitu Mas pergi tidur dulu ya..?”

“Ntar dulu dong Mas, tunggu film-nya abis… kan Reni takut nonton sendirian, film-nya agak horor nih!” pintanya.

“Sofanya dibuka aja… jadiin tempat tidur, Mas tidur di situ aja.” katanya lagi.

“Emang bisa Ren..? Oke deh Mas coba.”

Aku coba deh usul Reni, dan aku akhirnya tidur di sofa yang sudah diubah menjadi tempat tidur itu. Tidak tahu berapa lama aku tertidur di situ, tiba-tiba aku terbangun merasakan tanganku ada yang memegang. Aku buka mataku sedikit-sedikit, terlihat olehku Reni memegang tanganku, digosok-gosokkannya tanganku ke selangkangannya. Terasa olehku bulu-bulu halus di ujung jariku. Kulirik mukanya, dia mendesah amat pelan. Wajahnya menghadap ke arah televisi, aku jadi curiga, jangan-jangan?

Aku lalu mencoba melihat ke layar televisi, ternyata di sana terlihat film-nya sudah bukan HBO lagi. Kesimpulanku, si Reni ternyata suka nonton sampai malam berarti hanya untuk menyetel VCD porno. Wow! berarti kakaknya kalah dong sama adiknya. Perlu diketahui, jarak umur antara Ana dengan Reni hanya 1 tahun lebih sedikit, apalagi Reni anaknya agak bongsor, tingginya sepundakku, tidak begitu gemuk tetapi cukup berisi. Singkat kata, aku beruntung kali ini, karena mendapat daun muda nih. Perlahan, tanganku yang masih bebas berusaha melorotkan celana dalamku ke bawah. Sementara Reni masih asyik dengan kegiatannya yang semakin lama semakin menjadi, dia seperti terobsesi dengan film dari VCD tersebut. Lenguhannya kadang-kadang terdengar keras.

Baca Juga : Tidur Sekamar dengan Tiga Wanita di Hotel, Brigadir Terancam Sanksi

Lalu perlahan-lahan tanganku yang dia pegang kutarik ke arah kemaluanku. Setelah dekat, tanganku yang satunya dengan cepat kurangkulkan ke pinggangnya dan menariknya ke atas tubuhku. Dia kaget sekali, hampir dia berontak, tetapi selanjutnya dia justru memegang batang kejantananku dan mulai mengocok-ngocok dengan lembut. Aku pun lalu mengimbanginya, kuubah posisiku agar lebih enak dengan bersandar ke belakang, ke sandaran sofa. Dia menoleh ke arahku, terlihat wajahnya yang khas ABG, mengingatkanku kepada cewek-cewek yang suka nongkrong di mall-mall. Posisi tubuh kami akhirnya saling berhadapan, dia menggesekkan tubuhnya naik turun. Payudaranya ditempelkan ke dadaku. Nafasnya terdengar keras, khas orang yang sedang terangsang berat, “Sshhhsshhsshhss…” seperti itu deh kalau tidak salah.

T-shirtnya yang gombrong mulai basah terkena keringatnya, memang malam itu udara terasa sangat panas, aku sendiri juga merasa kepanasan. Aku peluk dia, tanganku kutelusupkan ke dalam t-shirtnya dari belakang, sedangkan bibirku tidak tinggal diam begitu saja, kucium belakang kupingnya dengan pelan, kuhembuskan nafas secara perlahan ke daun telinganya. Terasa olehku Reni semakin menggila, terasa dari gerakan tubuhnya yang turun naik dengan cepat, digesekkannya dadanya ke dadaku, juga selangkangannya dia gesek-gesekkan ke kemaluanku dengan bernafsu. Tanganku yang berada di punggungnya, akhirnya kugeser ke pantatnya, dari atas punggung kugerakkan ke bawah, masuk ke celananya sebelum sampai ke pantat. Kuputar ke samping dengan agak cepat, lalu kuteruskan ke pinggang mencari celana dalamnya, kuraba dari luar celana dalamnya, pantatnya yang empuk kuremas dengan gemas. Aku menyesuaikan dengan irama gerakannya yang maju mundur. Kontan dia makin menggila, tangannya naik ke atas, rambutnya menyuguhkan gerakan yang erotis sekali. Dia berusaha menanggalkan t-shirtnya.

Setelah t-shirtnya lepas, dia pegang kepalaku, menariknya ke arahnya dan melumat bibirku dengan sangat bernafsu. Reni tidak memakai BH, payudaranya yang berukuran lumayan besar terlihat mengkilat karena basah oleh keringat. Aku menjilat-jilat payudaranya, kukulum putingnya yang kecil dan tidak begitu menonjol.

Dia berteriak pelan, “Mas..!”

Aku lalu berpindah ke bibirnya yang mungil, kulumat dengan bernafsu bibirnya itu. Dia mendesah keenakan, akhirnya dia tidak tahan lagi.

“Ayo Mas, kayak yang di VCD itu lho Mas…” pintanya.

Kujawab, “Yang gimana Ren..?”

“Cepetan dong Mas… Reni udah ngga tahan nih..”

“Emang Reni udah pernah..?”

“Belum Mas… makanya Reni pengen coba, cepetan dong Mas…”

Kami lalu berdiri berhadapan, aku melepas pakaian yang melekat di tubuhku, dia begitu juga melepas semua pakaian di tubuhnya. Dengan bernafsu dia pegang batang kemaluanku untuk dikocok-kocok, sensasinya, wuah! Tidak tergambarkan. Dipegang oleh anak baru umur 18 tahun! Lalu sebentar kemudian, dia melepas batang kemaluanku dan membalikkan tubuhnya, berpegangan pada lemari buku. Posisinya sekarang agak menungging membelakangiku, pantatnya yang belum begitu besar terlihat kenyal. Dari belakang, aku melihat kemaluannya sudah merekah, ada daging yang keluar dari kemaluannya, entah apa itu namanya. Mungkin itu kli yang dinamakan clitoris. Tetapi pemandangan itu menjadikan batang kejantananku menjadi berdenyut-denyut ingin merasakannya.

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

Kudekati dia, kugesek-gesekkan kepala senjataku ke daging yang menyembul keluar itu. Tangan Reni dengan tergesa-gesa menarik batang kejantananku untuk segera dimasukkan ke dalam liang kemaluannya. Terasa agak sulit untuk memasukinya, kutusukkan dengan keras karena aku sudah sangat bernafsu. Aku melihat ke arah wajahnya. Pandangannya ternyata ke arah layar televisi, sambil sesekali bibirnya mengeluarkan desahan-desahan merangsang.

“Gila!” pikirku, “Dia ternyata maniak sama VCD porno.”

Aku tingkatkan kecepatanku dalam menggoyang. Lama-lama aku merasa pinggangku capek, dan aku coba mengarahkan dia untuk mengganti posisi classic, aku tiduran dan dia yang di atasku. Dia menurut. Sambil memegang pantatnya, aku tiduran dan menikmati goyangannya. Badannya terlihat mungil bila dibandingkan dengan tubuhku, suara desahannya terdengar melengking lirih di telingaku.

Pada puncak kenikmatannya, dia melengkungkan tubuhnya ke belakang, tangannya menahan berat badan tubuhnya dengan gemetar. Rasa hangat yang terasa oleh batang kejantananku menjadi bertambah seiring dengan tercapainya puncak kenikmatannya. Sedangkan aku sendiri belum merasakan puncak. Reni merangkulku dengan lemas. Setelah itu, dia berbisik ke kupingku.

“Makasih ya Mas, Mas telah memberi Reni melebihi dari mbak Ana…”

“Jreng! Terkuaklah kebenaran peristiwa siang tadi, ternyata memang benar. Reni telah melihatku bermesraan dengan kakaknya.” daliam hatiku.

“Loh, jadi tadi Reni ngelihat Mas padi gituan sama mbak Ana to?”

“Heeh Mas… Reni kepingin, lagian Reni sering ngeliat di VCD. Kayaknya enak banget deh Mas… dan ternyata memang bener.”

“Oke deh, tapi Mas Padi belom sampai puncak nih.. gimana dong? Kan kasihan Reni udah capek.”

“Begini aja Mas… dari tadi siang emang Reni udah merencanakan ini, gini rencana Reni, tadi waktu Reni ngeliat Mas sama Mbak Ana gituan, sebenarnya Reni mo ngambil Dompet Mama yang ketinggalan. Trus Reni punya rencana, Reni beli CTM (obat tidur) buat dikasih ke minuman Mama ama Mbak Ana, nah.. tadi Mbak Ana sama Mama udah minum obatnya (dicampur sama teh) masing-masing 3 butir.. hehehe.”

“Terus gimana dong?” sahutku.

“Sekarang Mbak Ana kan pasti pules banget tidurnya, diapa-apain pasti ngga bangun deh. Kan tempat tidur sebelahnya lagi kosong…”

“Heh!” aku spontan tahu apa yang dimaksudkannya, “Sip deh! Oke Ren! Sekarang kita pindah aja ke kamarmu…”

“Ayo..!”

Kemudian kami berdua berdiri dan menuju ke arah kamar Ana. Memang benar Ana tertidur lelap. Hanya iseng saja, aku membuka dasternya dan menyentuh kewanitaannya Ana dan memasukkan jari telunjuk dan tengah. Ternyata memang tidak bangun! Hanya saja dia mengeluarkan sedikit lenguhan-lenguhan nikmat yang dia rasakan. Kemudian aku mulai memainkan vaginanya sampai basah. Tetap saja Ana tidak bangun sama sekali.

“Mas, udah dong. Kok malah Mbak Ana yang dimaenin. Giliran Reni dooong…” keluh Reni karena sudah terbalut nafsu yang tinggi.

Padahal tadi sudah puas. Lagipula aku juga sudah bernafsu karena tadi dalam permainan pertama belum selesai.

Kemudian aku melepaskan jilatan pada vagina Ana dan berpaling ke Reni ysng sudah mulai memuncak nafsunya. Kemudian aku mulai naik ke atas ranjang dan menidurkan Reni. Secara intense, kami pun mulai pagutan. Tetapi ketika kami berciuman, beda sekali dengan yang pertama. Seperti disirap, kucium pipinya, mulutnya, berhenti lama di situ. Mulut kami berpagut seperti memecah ribuan rindu. Lidah kami bermain di sana. Tidak lama kemudian, kuturunkan lidahku ke arah lehernya, dia menggelinjang, matanya terpejam, tangannya bergidik seperti menahan gelombang perasaannya sendiri. Ketika putingnya kuraba, dia mulai melenguh. Dengan gerakan halus, aku mulai meremas-remas sehingga Reni merasa keenakan. Sementara bibirku sudah beralih, tidak lagi di bibirnya tetapi sudah menjilati telinga, dan lehernya.

Karena buah dadanya sudah terbuka, mulutku pun bergeser ke puting susunya yang sudah menegang. Ketika kumainkan dengan lidahku, lenguhannya semakin panjang. Tangan kananku pindah ke arah vaginanya dan mulai meremasnya. Sambil memainkan klitorisnya, aku terus menjilati kedua payudaranya. Ketika aku merasakan kemaluannya sudah sangat basah, aku mulai bernafsu untuk melakukan foreplay yang lebih lama. Tidak lama kemudian, mulutku menjilat ke arah perut, pinggang dan sasaran terakhir adalah klitorisnya yang merah. Karena tidak tahan, Reni berontak dan ingin merubah posisi.

Baca Juga : Ini Dia 4 Destinasi Wisata Murah di Dunia

“Ren, duduk di depan mukaku…” pintaku sambil menolongnya berpindah posisi.

Dia pun kemudian duduk dan menempatkan liang kenikmatannya tepat di wajahku. Lidah dan mulutku kembali memberikan kenikmatan baginya. Responnya mengejutnya.

“Aughhh…” setengah berteriak dan kedua tangannya meremas buah dadanya. Kuhisap dan kujilati terus, semakin basah liang kenikmatannya.

Tiba-tiba Reni berteriak, keras sekali, “Aahhh… ahhh,” matanya terpejam dan pinggulnya bergerak-gerak di wajahku.

“Aku.. keluar,” sambil terus menggoyangkan pinggulnya dan tubuhnya seperti tersentak-sentak.

Mungkin inilah orgasme wanita yang paling jelas kulihat. Dan tiba-tiba, keluar cairan membanjir dari liang kenikmatannya. Ini bisa kurasakan dengan jelas, karena mulutku masih menciumi dan menjilatinya.

“Aduh… Mass.. enak banget. Lemes deh.” katanya. Dia terkulai menindihku.

“Enak?”, tanyaku.

“Enak banget, kamu pinter yah. Ngga pernah lho aku klimaks kayak tadi.”

“Akh, yang bener..? Kamu kan tadi udah ngerasain.” kataku mengingatkan pada permainan pertama kami.”

“Tapi, uuhh… lebih enak yang ini..”

Ternyata Reni masih menikmati sisa-sisa klimaksnya. Tetapi karena belum puas, langsung saja kujilat kembali liang kemaluannya. Semakin lama semakin asyik dan sangat enak, dan dia pun merintih-rintih kecil.

“Mass… nakal ahhh… kok… akkhh… dimaenin lagi… ouuchh… siiich… uwuuhh ooo… sstt akhs… akhs… akhs… ooohhh aahh… sstth,” sambil tubuhnya agak bergerak tidak karuan, mungkin jilatanku tidak seberapa tetapi kulihat dia sedang keasyikan menikmati jilatanku.

Lalu dia berdiri dan menarik tubuhku ke lantai. Di situ kami berciuman lagi, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang hangat di sekitar liang kemaluannya, kuingin batang kemaluanku dimasukkannya ke lubang kemaluannya. Soalnya aku masih ragu. Walaupun tadi sih berani. Tetapi takut si Ana bangun. Kemudian aku memberanikan untuk bicara.

“Ren, aku masukin lagi yaaa… Tadi kan belum puass…”

Reni tidak menjawab. Dia hanya merintih keenakan. Karena malas bermain sambil berdiri, aku mendorong Reni hingga tertindih oleh badanku. Reni mengerang keras karena vagina tertindih oleh adikku yang sudah menegang tinggi. Kemudian mulai lagi kugerakkan tanganku mencakar halus pinggangnya sampai ke payudaranya. Reni meremas kedua tanganku, menahan geli yang ditimbulkannya.

Ana-dan-Reni-Adik-Sepupu-Yang-Masih-Perawan

“Ssshh… ssshhh!” Reni mendesis berkali-kali menahan kenikmatan itu.

Kembali aku memainkan klitorisnya dengan tanganku, sementara kujilati kedua pahanya.

“Aaahhh… ssshhh,” Reni mengerang lirih.

Aku menikmati aroma kewanitaannya yang semerbak bersamaan keluarnya cairan dari liang kemaluannya. Kubenamkan wajahku ke liang kemaluannya sambil menjilati bibir kemaluannya. Klitorisnya yang berwarna merah jambu kukulum sambil kumainkan dengan lidahku. Tubuh Reni menggelinjang bergetar. “Uuuhffsss… aaahhh!” Reni menjerit menahan kenikmatan sambil tangannya menggenggam tepi ranjang.

Kurasakan cairan kemaluannya deras mengalir dan kuhisap dengan penuh kepuasan.

“Masss… masukin sekarang.. aku ngga tahan nih..” Reni lirih memohonku untuk segera memasuki tubuhnya.

Aku segera menempatkan tubuhku di atas tubuhnya yang ramping, seksi serta kencang itu. Berdesir darahku melihat Reni terbaring polos telanjang. Ini bukan kesekian kalinya aku mengaguminya. Badan Reni kurus tetapi kencang dan atletis seperti pelari sprinter tetapi untungnya tidak sampai berotot.

“Maass… cepat doong… aakkhh.. ngga tahan nih…”

“Ok, tenang aja..”

Sejenak sempat kudengar Reni mendesis saat meraih kemaluanku.

“Uuu… besar dan kuat..” ujarnya setengah berbisik seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Begitu ujung kepala batang kejantananku menempel di bibir kewanitaannya, kurasakan getaran listrik yang mulai menjalar di seluruh tubuhku. Lalu perlahan kudorongkan ke dalam liang kemaluannya.

“Uuhhss… yess, Masss… uuuffssh,” Reni mengerang sambil mendongakkan kepalanya.

Dengan satu dorongan berikutnya, batang kemaluanku sudah masuk secara penuh ke dalam liang kenikmatan Reni yang hangat dan tebal. Reni mengalungkan kedua tangannya di leherku dan kedua kakinya melingkar di pinggangku.

Aku mulai gerakan memompa liang kemaluannya.

“Yess… ufff Maas…” Reni menjerit halus sambil memejamkan matanya.

Gerakanku semakin lama semakin cepat dengan tekanan yang semakin kuat menerobos kedalaman liang kemaluan Reni yang merespon dengan berdenyut-denyut seperti memijit batang kemaluanku.

Tiba-tiba Reni membuka matanya dan berbisik lirih, “Mas ganti posisi… aku mau nih keluar nih..”

Kami segera ganti posisi, badan Reni membalik dalam posisi menungging (doggy style). Katanya dia biasa orgasme dalam posisi ini.

Aku menuruti permintaan Reni yang jelas dalam posisi ini aku jadi bisa melihat postur Reni lebih lengkap. Biarpun Reni ramping, tetapi dia memiliki pantat yang padat dan berisi sehingga dengan pinggangnya yang ramping makin membuat pantatnya montok. Aku segera mengarahkan batang kemaluanku kembali, kali ini penetrasi dari belakang.

“Srrrt…” makin lancar penetrasiku kali ini soalnya bagian luar liang kemaluan Reni makin basah.

Reni menggenggam pegangan ranjang degan kedua tangannya. Aku menciumi lehernya dari belakang sambil kadang-kadang menggigit pundaknya. Ternyata Reni sangat aktif dalam posisi ini. Dia semakin aktif bergerak, selain mengikuti gerakan maju mundurku, pinggulnya pun bergoyang mengocok batang kemaluanku.

“Reni… pinggul kamu hebat banget,” aku berbisik terengah-engah.

Reni menjawabnya dengan erangan-erangan, dia menoleh kepadaku sambil menggigit bibir bawahnya. Terlihat peluh membasahi wajahnya yang makin memerah.

Sesaat kemudian dia berbisik kepadaku, “Ouuchhh.. sayang… lebih cepat!” suaranya diikuti deru nafas yang memburu. Rupanya dia sudah semakin mendekati klimaks.

Aku pun meresponnya dengan gerakan yang lebih cepat dan keras. Kutusukkan batang kemaluanku makin dalam ke liang kemaluannya seiring perasaan klimaks yang sudah di ambang.

“Aaahhh Uuuh Sssh… teruuus Mas… ahhh…” Reni menjerit sambil bergerak makin liar sampai ranjangnya berderik-derik.

Kuteruskan gerakanku dengan mengerahkan sekuat tenaga mengimbangi gerakan liar Reni.

Ana masih tidur ketika Reni tiba-tiba menjerit, “Aaah… uuhhhfffssshhh… Masss…” kepalanya mendongak, tubuhnya bergetar hebat dan kurasakan semburan hangat dari liang kewanitaannya merembes sampai ke buah kemaluanku.

Aku pun melepaskan jutaan spermaku menyemprot kencang memenuhi karet kondom yang kupakai.

“Uuu… yess…” Reni mengakhiri gelombang kenikmatan dan mengerang sambil menikmati sisa-sisa orgasmenya.

“Ouuhhh.. Masss, kamu hebat sekali… aahh…”

Mungkin bisa dibilang ini adalah permainan terbaikku dibandingkan dengan Ana. Kemudian kami pun sempat tertidur berpelukan di kamar Ana.

Jam 5 pagi Reni balik ke kamarnya dan aku pun tidur di kamarku sendiri. Pukul 10:00, aku bangun dan mempersiapkan diri untuk kembali pulang ke kotaku. Aku diantar Om ke terminal bus, aku tidak sempat pamit dengan Ana dan Reni karena mereka belum bangun. Reni kelelahan karena habis bertempur denganku sepanjang malam, sedang Ana masih terpengaruh CTM. Tante sendiri belum bangun juga. Si Reni memang gila seks. Hari itu hari Kamis, jadwalku adalah harus berobat ke dokter spesialisku. Tetapi sial, di jalan perutku terasa sakit, sepertinya diare. Aku terpaksa turun di jalan dan mencari restoran terdekat untuk buang hajat. Sampai di rumahku pukul 8 malam dan itu berarti aku tidak jadi ke dokter. Tetapi aku tetap tersenyum simpul, kalau mengingat baru saja aku mendapatkan dua perawan ting-ting.
Published: By: Mr. Lawrenz - 12:00:00 AM

Tradisi Nonton Langsung Malam Pertama Sang Pengantin Baru Ala Singaporean

Tradisi-Nonton-Langsung-Malam-Pertama-Sang-Pengantin-Baru-Ala-Singaporean

Berhubungan badan itu semestinya dilakukan tertutup dan merupakan hal yang sangat privasi bagi kedua insan manusia yang berbeda gender. Tapi siapa sangka, sebuah keluarga di Singapura memaksa untuk menonton malam pertama (hubungan badan) sang pengantin baru didepan para anggota keluarga lainnya.

Baca Juga7 Cerita Unik Yang Terjadi Pada Kelamin Wanita

Bisa dikatakan wajib, atau boleh juga kita sebut dengan kata atas permintaan. Hal tersebut sekarang menjadi marak didunia maya ketika salah satu anggota keluarga mereka posting foto tersebut ke dunia maya. Gambar tersebut menunjukkan pasangan itu sedang telanjang dan berada diatas ranjang sambil melakukan hubungan badan sedangkan anggota keluarga lainnya mengerumuni sekeliling ranjang sambil menonton performa sang lelaki. Gambar tersebut juga secara jelas menunjukkan kehadiran sang ibu dan kakak dari pihak lelaki yang terlihat sedang duduk disamping ranjang sambil menuntun jalannya proses.

Momen intim itu diabadikan oleh sang paman pengantin pria yang mengatakan kalau itu adalah tradisi dalam keluarga mereka dan telah turun temurun dari generasi ke generasi.

Daftar -FIFA88BET-Official-Agent-Euro-2016

Ketika banyak orang mengira itu adalah hal aneh, tiada yang lain selain rasa bangga terhadap keluarga kami ketika anak, abang atau keponakan kami melakukan hubungan badan untuk pertama kalinya,” tulis sang paman yang disertai dengan foto.

Baca Juga : Aksi Wanita Bersama Pacarnya di Dalam Lift Terekam CCTV

Kami melihatnya sebagai langkah terakhir setelah perjalanan panjang masa lajang, dan merupakan kesempatan langka untuk menyaksikan momen mulainya hidup baru.”

Sang paman menjelaskan bahwa dia juga lebih memilih kehadiran anggota keluarga saat malam pertamanya. “Saya merasa lebih relax ketika ditemani oleh para anggota keluarga dan juga memberikan arahan akan bagaimana caranya. Pertama-tama, saya kesulitan memasukannya, namun ibu saya menyarankan saya untuk lebih pelan dan relax, dan pada akhirnya saya berhasil memasukkannya.

Sang paman bahkan menambahkan, “Saya sengaja mengambil momen foto ketika dia masih belum ejakulasi, dan itu merupakan momen yang sangat indah.

Ishhh…

Para netizen Singapura memberikan tanggapan mereka akan ketidakalaminya proses tersebut. “Itu sungguh menjijikkan ketika berhubungan intim harus ditonton oleh keluarga sang pengantin pria.” tulis salah seorang komentator.

FIFA88BET-Agen-Live-Casino-Online-Terbaik-Terbesar-dan-Terpercaya

Komentar lainnya, “Tidak perduli itu tradisi keluarga atau bukan, tetap saja itu aneh. Berhubungan intim itu seharusnya dilakukan dibelakang pintu, tanpa ikut campur orang tua dan sanak famili anda."

Baca Juga : 5 Rahasia alat Kelamin Wanita Yang Jarang Diketahui Pria

Silahkan berikan komentar anda dan SHARE artikel ini untuk mengetahui tanggapan netizen Indonesia lainnya.
Published: By: Mr. Lawrenz - 12:00:00 AM

Mengerikan, Beredar Video Pria Diseret Buaya

Mengerikan-Beredar-Video-Pria-Diseret-Buaya

Buaya merupakan salah satu hewan yang paling ditakuti manusia, baik saat ada di air maupun di darat. Jika kita bertemu dengan buaya, lebih baik menghindarinya sebisa mungkin dan jangan mendekatinya.

Pasalnya, buaya bisa berlari cukup kencang sehingga sangat berbahaya. Apalagi di saat musim hujan seperti ini, di mana permukaan sungai cenderung naik, buaya liar bisa saja hanyut atau berada di sekitar sungai.

Gigitan buaya juga sangat kuat, sehingga bisa mematahkan tulang-tulang kita dengan mudahnya. Pria ini salah satunya yang sedang bernasib sial, saat berhadapan dengan buaya yang cukup besar.

Daftar -FIFA88BET-Official-Agent-Euro-2016

Ini adalah saat yang mengerikan, di mana seorang pria kehilangan kakinya oleh buaya, setelah diseret dari tepi danau. Kejadian mengerikan ini berhasil difilmkan, meskipun cukup 'mengganggu.'

Di mana jeritan terdengar, dan darah kental mengucur saat penyelamat bergegas membantu pria malang itu dan menariknya dari dalam air.

FIFA88BET-Agen-Live-Casino-Online-Terbaik-Terbesar-dan-Terpercaya

Tiga orang terlihat membawa orang yang terluka, ke tempat yang aman, meskipun video tersebut cukup kabur saat diambil.

Baca Juga : Buaya Besar Ini Coba Telan Kura-kura, Apa yang Terjadi?

Tidak jelas apa yang terjadi pada pria, atau di mana serangan buaya ini difilmkan. Tetapi bagi Anda yang cukup kuat untuk melihatnya, bisa memutar video di bawah ini.

Kami sarankan, untuk tidak memutarnya, jika nyali Anda tidak kuat untuk melihatnya.

Published: By: Mr. Lawrenz - 12:00:00 AM

Buaya Besar Ini Coba Telan Kura-kura, Apa yang Terjadi?

Buaya-Besar-Ini-Coba-Telan-Kura-kura-Apa-Yang-Terjadi

Kura-kura merupakan salah satu binatang yang memiliki umur cukup panjang, bahkan umurnya bisa mencapai ratusan tahun. Selain umur panjang, kura-kura juga memiliki cangkang yang kuat dan sulit untuk dipecahkan.

Tetapi banyak pemangsa yang mencoba menjadikan kura-kura makanannya, namun kerasnya kulit membuat mereka bisa bertahan dari serangan pemangsa.

Namun apa jadinya jika kura-kura bertemu dengan salah satu pemilik rahang paling kuat di dunua, buaya. Apakah cangkangnya yang keras bisa dipecahkan, lalu menjadi santapannya?

Daftar -FIFA88BET-Official-Agent-Euro-2016

Ini adalah kejadian yang cukup langka di alam liar yang berhasil tertangkap kamera, di mana seekor kura-kura meringkuk di dalam cangkangnya saat terperangkap di rahang buaya besar.

Baca JugaMengerikan, Beredar Video Pria Diseret Buaya

Adalah fotografer paruh waktu bernama Lisl Moolman, yang berhasil mengabadikan foto-foto langka kura-kura terjebak di rahang buaya di Phalaborwa, Afrika Selatan. Lisl yang juga sedang berlibur dengan keluarganya di Taman Nasional Kruger, menangkap pertemuan itu.

FIFA88BET-Agen-Live-Casino-Online-Terbaik-Terbesar-dan-Terpercaya

"Aku sedang duduk di bendungan, jalan-jalan dan menonton hewan ketika mereka datang untuk minum. Semuanya tenang dan tenang, sampai satu hal menarik perhatian saya, dan menunjukkan buaya menangkap kura-kura leopard," ucap Lisl yang kami kutip dari Mail Online.

Kura-kura leopard tersebut terjepit erat antara rahang mengerikan sang buaya. Namun kekuatan tempurung kura-kura, buaya pun akhirnya beristirahat sejenak.

Namun tidak lama buaya lainnya bergabung, dan memperebutkan sang kura-kura, sampai akhirnya kura-kura terjatuh ke air dan menghilang.
Published: By: Mr. Lawrenz - 12:00:00 AM

Penampilan Terkini 13 Artis Majalah Jadul Ini Bikin Kamu Pangling

The Lawrenz - Tahun 90-an untuk bisa tahu segala hal tentang idola harus beli majalah dulu.

Di era sekarang, fans mau mencari tahu tentang idolanya sangatlah gampang. Tinggal buka Instagram atau Twitter saja, fans bisa tahu idolanya sekarang sedang apa. Berbeda sekali dengan zaman dahulu era tahun 90-an dimana untuk bisa tahu segala hal tentang idola harus beli majalah dulu.

Baca JugaIni Dia 4 Destinasi Wisata Murah di Dunia

Makanya tak heran jika anak-anak tahun 90-an dulu bisa dipastikan pasti punya koleksi majalah jadul yang covernya adalah foto idolanya. Hayo kamu sendiri juga pernah ngoleksi kan?

Beberapa artis yang dulu sering jadi langganan cover majalah di antaranya Krisdayanti, Maudy Koesnaedi, Anjasmara dan lain-lain. Dulu tampang mereka masih imut-imut banget. Kalau sekarang bagaimana ya? Lihat deh foto-fotonya di bawah ini, Sabtu (16/4). Dijamin bikin kamu pangling deh...

1. Anggun C Sasmi


Daftar -FIFA88BET-Official-Agent-Euro-2016

2. Anjasmara


3. Cindy Fatikasari



4. Desy Ratnasari


5. Feby Febiola


6. Vonny Cornelia


FIFA88BET-Agen-Live-Casino-Online-Terbaik-Terbesar-dan-Terpercaya


7. Inneke Koesherawati


8. Krisdayanti


9. Lulu Tobing


10. Marrisa Haque



11. Maudy Koesnaedi


12. Nicky Astria


13. Rano Karno



Published: By: Mr. Lawrenz - 12:00:00 AM